Pengenalan Pola Lanjutan
Pengenalan pola terbimbing (supervised) dan tak terbimbing (unsupervised) berkaitan dengan bagaimana klasifikasi dilakukan atau bagaimana pemilah dirancang. Bila vektor fitur pelatihan tersedia dan telah diketahui kelas-kelasnya, kemudian vektor fitur pelatihan tersebut dimanfaatkan untuk merancang pemilah maka pengenalan pola ini disebut terbimbing.
Akan tetapi, tidak selamanya vektor fitur pelatihan tersedia sebelumnya sehingga untuk proses klasifikasi, sekumpulan vektor fitur dikelompokkan ke dalam beberapa kluster (group) berdasarkan tingkat kemiripannya. Pengenalan pola seperti itu disebut pengenalan tak terbimbing atau clustering.




0 comments:
Post a Comment